Anda pernah sakit gigi? Jika pernah bersabarlah, dan jika belum bersyukurlah. Mengapa? Karena rasanya sakit sekali. Gigi yang dibiarkan tanpa dibersihkan setiap hari, berpeluang besar menjadi tempat berkumpul dan membusuknya sisa sisa makanan. Sesudah itu, sakit gigipun sulit dielakan. Hebatnya, lebih dari 1430an tahun yang lalu, islam telah mengajarkan untuk bersiwak(menggosok gigi dengan kayu siwak). Dan ternyata, bersiwak bermanfaat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.
Rosulullah pernah bersabda:
"Seandainya tidak memberatkan umatku atau manusia, sungguh aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat."(H.R Bukhari).
Hadits diatas menunjukan bahwa bersiwak hampir kewajiban, andaikata tidak memberatkan umat islam. Meskipun pada zaman sekarang sudah ada sikat dan pasta gigi, namun siwak tetap menjadi pilihan dalam membersihkan gigi yang selalu relevan pada setiap zaman. Menurut penelitian, siwak mengandung mineral mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plak, mencegah gigi berlubang, serta memelihara gusi.
Menurut drg. BM Bachtiar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, berdasarkan fungsi mekanisnya, siwak sama dengan sikat gigi. Siwak dapat berfungsi sebagai alat membersihkan gigi dari kotoran atau plak.
Mengapa siwak bermanfaat menghilangkan plak?
Plak, merupakan kumpulan sisa makanan yang telah membusuk dan menempel pada gigi. Jika diteliti lebih dalam, ternyata plak itu merupakan asrama kuman. Di sini siwak berperan membersihkan sisa makanan, sekaligus mengandung zat khusus yang rasanya asin. Kuman kuman dari makanan menempel pada gigi dan menumpuk sedikit demi sedikit. Berdasarkan penelitian, kuman itu akan menempel pada gigi dalam 3-4 jam.
Oleh karena itu, dianjurkan menyikat gigi secara teratur untuk mencegah penumpukan sisa makanan yang mengandung berbagai jenis kuman.
Jika kita analisis, ternyata anjuran bersiwak pada hendak sholat sangat masuk akal. Frekunsi yang disarankan, katakanlah pada sholat wajib, sudah tepat. Karena rata rata selang waktunya untuk bersiwak sekitar 4-5 jam.
Siwak bahan memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti
anti bacterial acids yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi, dan menghentikan pendarahan gusi. Juga kandungan kimia seperti klorida, potassium, sodium bicarbonate, silica, sulfur, vitamin C, dan beberapa mineral lain yang berfungsi untuk membersihkan, memutihkan, serta menyehatkan gigi dan gusi. Lebih dari itu, bersiwak tentu lebih praktis dilakukan. Karena selain berfungsi sebagai sikat gigi yang lembut dan fleksibel, ia juga berfungsi sebagai pasta gigi yang kaya akan kandungan kimia.
Sebuah penelitian pada 2004 membandingkan pembersihan gigi dengan
siwak dan sikat gigi bercampur pasta gigi. Hasilnya, gigi lebih bersih
bila dibersihkan dengan siwak.
Pada 1986 dan 2000, World Health Organization (WHO) menyarankan
penggunaan siwak untuk membersihkan gigi. Salah seorang peneliti siwak,
Ramli Mohammed Diabi, menghabiskan 17 tahun masa hidupnya hanya untuk
meneliti kegunaan siwak.
Dia berpendapat, siwak juga berfungsi
untuk menghilangkan efek kecanduan bagi perokok aktif. Siwak adalah
ranting pohon Salvadora persica. Pohon itu juga disebut de ngan arak
atau peelu. Di kalangan masyarakat Muslim, penggunaan siwak sangat
popular karena hukumnya sunah.
Kayu siwak marak digunakan sebagai pembersih gigi mulai Timur Tengah menuju Asia Selatan, kemudian bersambung ke Asia Tenggara.